Dari perusahaan yg satu, bubar, pindah darurat, kemudian akhirnya memutuskan untuk membuat bisnis dengan seorang partner. Tampaknya menjadi keputusan final di rimba hiruk pikuk nya dunia pekerjaan gw.
Gempa besar itu membuat rencana2 sedikit terhambat, tapi mungkin ini petunjuk, ke jalan lain, ke sebuah jalan yg lebih baik, bukan disitu, bukan sekarang atau mungkin bukan saat yang tepat.
Bekerja di sebuah kota di tengah salah satu pulau terbesar di dunia, jelas panas, sering pemadaman listrik, infrastruktur memang tidak begitu bagus di bandingkan di ibukota. Tapi apa boleh buat, klien ku disini, “setor muka” adalah misi utama gw datang. 2 minggu cukup…
Berlalu dengan lambat… sangat lambat… 16 jam perjalanan sakit hati… kemana mitos itu… kemana manuver2 indah supir bis lintas sumatra, INI SUPIR BANCI! SIPUT! Pasti di ketawain sama supir metromini ibukota. Drag race di pasar minggu adalah keseharian mereka, yang ini baru bisa bawa bis kemarin. TAI! waktu terbuang sia2 di jalan… teman2 menanti, tubuhku pun menanti untuk beristirahat.
Tiba… di sambut deburan ombak pantai panjang… menenangkan hati yg kecewa… pasir putih sepanjang2nya… seujung2 mata memandang… ga putih2 amat, seperti sayah lah…
Yea, semua berlalu dengan cepat… bahkan duren pun tak sanggup memperlambat… esok ku akan kembali… ke ibukota… sebuah tempat yang sudah lelah ku jamah… yang sudah tak bersahabat lagi…
Dalam hati berjanji, akan kembali lagi ke tempat ini, dengan situasi yang lebih baik… saya berjanji membantu nya sebisa saya…